Pameran Cagar Budaya di Gedung SKB Terbuka Untuk Semua Lapisan Masyarakat

Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumsel, Drs H Kuryana Azis membuka pagelaran pameran cagar budaya dengan tema “Jejak Silam Sarat Makna, Pelestarian Cagar Budaya Merajut Potensi Membangun Jatidiri”, yang akan digelar selama satu minggu terhitung mulai dari tanggal 05 sampai 11 Desember 2018, terbuka untuk semua lapisan masyarakat terutama pelajar. Bertempat di Gedung Serba Guna SKB Baturaja, Rabu (5/12/18).

Terselenggaranya pameran seni budaya dan sejarah tentang Kelestarian Cagar Budaya ini melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jambi sebagai Balai yang menaungi empat provinsi, yakni Jambi, Bengkulu, Babel, dan Sumsel, yang selenggarakan di Kota Baturaja dan difasilitasi Dinas Pariwisata OKU. Selain memamerkan gambar benda-benda yang berkaitan dengan cagar budaya juga dipamerkan replika benda sejarah lainnya.

Acara dihadiri Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi (BPCBJ) Iskandar Mulia Siregar, Kepala Dinas Pariwisata OKU Faisol Ibrahim, Kapolres OKU diwakili, Dandim 0403/OKU diwakili beserta seluruh Unsur Muspida OKU, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Sebagai pembuka acara, dalam sambutannya Bupati OKU menyampaikan bahwa dipilihnya Kabupaten OKU menjadi pelaksanaan pameran karena pada November lalu objek wisata Gua Putri di Kecamatan Semidang Aji ditetapkan sebagai sebuah wisata cagar budaya, dan hal itu tidak mudah karena banyak persyaratan yang harus dilalui sehingga Gua Putri bisa menjadi cagar budaya yang menjadi aset Nasional.

“Gua Putri tetapkan menjadi cagar budaya karena diseputaran Gua terdapat beberapa Gua lagi, seperti Gua Silabe dan Gua Harimau. Nah Gua Harimau ini lah yang menjadi aset yang tidak ternilai harganya. karena setelah ditemukan didalamnya terdapat kerangka manusia, lalu setelah diteliti oleh peneliti para arkeologi yang datang dari berbagai Negara ternyata itu adalah fosil manusia Hunian purba ras mongoloid yang telah berumur 3 sampai 4 ribu tahun silam, yang mampu membawa nama Kabupaten OKU sampai ke Jerman karena dipamerkan disana ,”jelas Kuryana Azis.

Sementara Kepala BPCB Jambi Iskandar Mulia Siregar yang sebelumnya mengawali kata sambutan, mengatakan tujuan dari diadakannya pameran cagar budaya untuk memberikan edukasi bagi seluruh masyarakat OKU tentang nilai dan kelestarian cagar budaya. Terutama bagi pelajar mulai dari SD sampai SLTA di Kabupaten OKU, selain itu pameren juga menampilkan informasi tentang pelestarian cagar budaya di wilayah OKU terutama situs Gua Harimau yang telah mendunia.

“Pameran ini diharapkan sebagai gerbang untuk belajar, bukan titik akhir dari pembelajaran. Pengunjung pameran diharapkan akan lebih termotivasi dan terprovokasi agar menggali informasi yang lebih dalam tentang cagar budaya setelah mengunjungi pameran ini. Besar harapan kami bahwa ke depan kita dapat meningkatkan kerjasama dibidang kebudayaan, khususnya bidang pelestarian cagar budaya. Semoga pameran ini bermanfaat dan dapat memotivasi masyarakat khususnya pelajar dan generasi muda untuk lebih mencintai warisan budaya bangsa ,”urai Iskandar Mulia Siregar.

Selanjutnya, Faisol Ibrahim Kadin Pariwisata OKU mengatakan terselenggaranya pameran berkat kerja sama semua pihak ,”Untuk sosialisasi sudah kita jalankan selama ini, dan kita intensifkan lagi dengan adanya pemeran yang dibuka untuk semua lapisan masyarakat ini sesuai keinginan Bupati. Karena pameran ini bersipat edukasi yang akan mendidik anak-anak sekolah agar mengatahui sejauh mana perlunya pemahaman tentang kebudayaan. Sejauh ini kami akui masyarakat OKU sendiri belum banyak mengetahui tentang pengenalan Gua Harimau yang bakal ditetapkan sebagai cagar budaya nasional ,”paparnya.

Lebih dalam disampaikan Faisol ,” Sebab kawasan budaya ini berdampingan dengan objek wisata yang memang sebenarnya nilai budaya ini kurang diminati. Beda dengan seperti objek wisata taman, Mall atau pantai laut seperti di Bali, itu semua banyak peminatnya. Tapi kita tidak akan sampai disini, akan kita yakinkan kepada masyarakat terutama pelajar bahwa wisata budaya itu perlu dengan langkah yang akan kita lakukan menggunakan sarana bantuan 5 mobil bus Dishub. Dengan cara nantinya apakah kita akan melalukan MOU kepada Dinas Pendidikan dan Dishub ,”tutupnya.

 

sumber :https://sumsel.kabardaerah.com/pameran-cagar-budaya-di-gedung-skb-terbuka-untuk-semua-lapisan-masyarakat/