Meskipun Kaya Objek Wisata, OKU Belum Lakukan 3 Hal Penting


Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayan, Badan Pusat Penelitian dan Pengembangan Cagar Budaya, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dalam beberapa tahun terakhir gencar melakukan penelitian peninggalan purbakala.

Penelitian yang di lakukan Arkenas di Gua Harimau Desa Padang Bindu Semidang Aji, Kabupaten OKU untuk mengungkap misteri temuan purbakala teraebut.

“Dengan adanya temuan tersebut, akhirnya Situs Gua Harimau dijadikan Pusat Penelitian Rumah Peradaban, dan di Gua Putri di bangun Museum Purbakala terbesar kedua di Indonesia sebagai rangkaian dari temuan tersebut,”kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Irene Camelyn Sinaga, kemarin di Gua Putri.

Irene Camelyn Sinaga, mendorong Pemerintah Kabupaten dan Kota khususnya Kabupaten OKU untuk mengembangkan tempat ditemukannya peninggalan Purbakala.

“Pemerintah Pusat sudah gencar memulainya, tinggal lagi Dinas Pariwisata, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayan untuk mengembangkan potensi Budaya yang ada,”kata Irene Camelyn.

Diakuinya, memang saat ini mulai dari Pemerintah Pusat hingga ke Daerah, sedang gencar – gencarnya melakukan efisiensi anggaran.

“Tingal kita mau pilih fokus yang mana, mau di letakan di rangking ke berapa anggaran pengembangan situs bersejarah dan menjadi kebanggaan warga OKU dan Sumatera Selatan, sehinga OKU lebih di kenal dunia melalui Rumah Peradaban Gua Harimau,”jelas Irene.

Dikesempatan itu, Irene mendorong Dinas terkait, untuk melakukan tiga hal, yang pertama Akses, Amenitas, dan Atraksi.

“Akses itu sangat penting, sebagai penunjang para wisatawan untuk menuju lokasi dimana objek wisata itu berada, akses Informasi Teknologi (IT) juga tidak kalah penting, ini untuk menjangkau para wisatawan dari luar daerah dan manca negara, yang menampilkan berbagai keunikan dan kelebihan objek yang kita tawarkan melalui internet,”jelas Irene.

“Dan latih para pemandu wisata untuk dapat memberikan edukasi kepada pengunjung selama 5 – 10 menit sebelum para pengunjung masuk ke lokasi, ini juga harus dilakukan,”tambahnya.

Selanjutnya, Amenitas. Amenitas adalah semua bentuk fasilitas yang memberikan pelayanan bagi wisatawan untuk segala kebutuhan selama tinggal atau berkunjung pada suatu daerah tujuan wisata, seperti hotel, motel, restaurant, bar, discotheques, café, shopping center, souvenir shop.

“Dengan adanya fasilitas yang di sediakan para pengusaha ini,  pihak ketiga akan kebagian manfaatnya, disinilah fungsi Dinas terkait untuk menata dan merangkul semua pihak,”beber Irene

Yang terakhir kata Irene, adalah Atraksi. Sebuah keharusan bagi dunia pariwisata untuk melakukan atraksi, sebagai penunjang menarik wisatawan.

“Setelah akses dan amenitas objek wisata tersebut sudah ada, lanjutkan dengan melakukan berbagai atraksi yang nantinya akan menarik wisatawan untuk datang mengunjungi objek wisata tersebut,”jelas Irene.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, menegaskann dalam hal pengelolaan dan pengembangan Objek Wisata harus di tunjang oleh Fasilitas dasar dan fasilitas khusus.

“Fasilitas dasar untuk komplek rekreasi dimanapun berada, yang memberikan pelayanan kepada wisatawan secara umum seperti akomodasi, makanan, dan minuman, hiburan bersantai dan juga infrastruktur dasar untuk pengelolaan sebuah obyek wisata,”katanya.

Sedangkan Fasilitas khusus sesuai karakteristik lokasi dan sumber daya yang tersedia yang menunjukkan karakter alamiah sebuah objek pariwisata.

“Jumlah objek wisata yang ada di OKU ini sangat banyak, semoga kedepan, dunia Pariwisata Sumatera Selatan menjadi pusat tujuan wisata Nusantara,”ucap Irene.

Disinggung apakah dinas terkait di OKU sudah melakukan tiga hal tersebut, Irene hanya tersenyum,”Semestinya dinas terkait segera melakukan 3 hal tadi, karena itu sangat penting,”ujarnya.

Disisi lain, Kepala Balitbang Arkenas, I Made Griya menambahkan, dengan di jadikannya Gua Harimau sebagai Situs Rumah Peradaban Manusia, Kabupaten OKU akan menjadi Destinasi Pendidikan dan Destinasi Turis.

“Tuhun depan Museum Purbakala ini akan selesai, dan temuan langka Gua Harimau, akan memikat para peneliti dunia untuk datang, dengan demikian wisatawan asing (Turis) akan datang dengan sendirinya,”pungkas I Made Griya.(Ton).