HASIL PANEN JAGUNG OKU TAK KALAH MENTERENG

Jika melihat dari hasil rangkaian acara pertemuan Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) di Stadion Harapan Bangsa Long Raya, Banda Aceh, hasil panen jagung di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tidak kalah dengan daerah lain yang ada di Kabupaten/kota dan Provinsi se-Indonesia.

“Hasil panen jagung kita tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Bahkan bisa dikatakan cukup baik,” jelas Kasubag Dokumentasi dan Informasi sekaligus Plh Kabag Humas dan Protokol Setda OKU, Dede Fernandez.

Dede sendiri mengakui ikut menghadiri KTNA selama 11 hari tersebut. Dan salah satunya membahas mengenai hasil panen komoditi tamanan sejenis jagung, cabe, bawang dan sebagainya.

“Hasil jagung paling besar itu ada 17 ton perhektar di daerah Sulawesi. Sementara di kita OKU satu hektare lahan Jagung bisa memanen atau menghasilkan sampai 16 ton jagung per hektare,” ujar Dede menceritakan perbandingan itu ia ketahui saat menghadiri KTNA di Aceh yang juga diikuti oleh beberapa petani di OKU.

Ia mengingatkan, agar petani OKU mampu menerapkan hasil pertemuan untuk bertukar informasi apa saja yang bisa diterapkan di OKU.

“Misalnya dalam hal menanam jagung, cabai dan bawang. Terlebih harga jagung di OKU ini cukup tinggi mencapai lebih kurang Rp 3600 perkg,” ucapnya.

Adanya KTNA ini, menurut Dede sangat bermanfaat. Petani bisa bertukar informasi dan pengetahuan dan ilmu serta teknologi tentang bercocok tanam.

“Sehingga komoditi-komoditi pertanian baru bisa dikembangkan. Misalnya di OKU ini,” ujarnya.

sumber: RMOL