Hujan Deras, Beberapa Kawasan di Kabupaten OKU Terendam Banjir

Hujan deras yang melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada Sabtu (6/5/2017) malam, membuat beberapa komplek perumahan dan belasan desa terendam banjir

Seperti dua komplek perumahan di Kecamatan Baturaja Timur, yakni di RS Holindo, Kelurahan Baturaja Permai dan RS Sriwijaya Kelurahan Sekar Jaya, sekitar pukul 21.00, justru harus bersiaga dan sibuk mengamankan serta mengevakuasi harta benda mereka ke tempat yang lebih aman dari hantaman banjir.

Pantauan di lapangan, tampaknya warga di dua komplek perumahan itu khususnya di RS Sriwijaya RT 11 dan 12 Blok I sudah terbiasa dengan ancaman banjir yang menjadi langganan jika hujan lebat mengguyur kabupaten yang berjuluk Bumi Sebimbing Sekudang ini.

Namun, banjir yang terjadi Sabtu (6/5) malam dinilai warga setempat terparah. “Ketinggiannya ada yang lebih dua meter,” kata Imran, warga Rs Sriwijaya.

Ketinggian air, kata dia, bisa dilihat dari bekas genangan air yang membekas pada dinding rumah yang terbuat dari batako. Satu batako setinggi 20 sentimeter, jika sampai sepuluh batako yang terendam, artinya dua meter ketinggian air yang merendam rumah.

Kendati demikian ketinggian air tidak berlaku di kawasan lain. “Ketinggiannya tidak merata. Tapi kalau yang di pinggir anak sungai, sampai dua meter, ” jelasnya.

Penyebab banjir yang terjadi itu, kata dia, karena hujan deras yang mengguyur Baturaja sejak Sabtu petang. Dibanding dengan banjir awal April lalu, banjir kali ini cukup parah.

Karena bahu jembatan yang berdampingan dengan Pasar Sriwijaya, dikabarkan ikut terendam. “Selain itu ada rumah yang tak pernah kena, banjir kemarin rumah tersebut ikut terendam, ” jelasnya.

Di kelurahan itu, ada lima RT yang terdampak luapan air anak sungai, yakni RT 11 hingga RT 15. Sejak Minggu (7/5/2017) petang ratusan warga tak berani tidur.

Karena khawatir genangan air terus naik. Selain itu, dampak banjir tersebut, sejumlah barang eletronik milik warga banyak mengalami kerusakan.

“Yang bisa diselamatkan, kami keluarkan. Tapi ketika air surut, segera kami masukkan lagi, ” tambah Fikri.

 Terpisah, warga Desa Kepayang, Kecamatan Peninjauan juga merasakan genangan air, bahkan hingga siang hari tadi air belum surut.

“Pukul 13.00 air belum surut,” kata Sandi, warga Kepayang.

Tak hanya itu, Desa Lubuk Batang Lama, Belimbing dan beberapa desa lainya juga terpantau banjir.

Warga di Kelurahan Bindung Langit, Baturaja Timur juga terpaksa harus menempuh jalan lain untuk sampai ke rumah mereka, hal ini disebabkan jalan yang biasa mereka lewati terendam air setinggi tiga meter.

“Kami harus cari jalan lain untuk sampai ke rumah, karena tidak mungkin kami lewat jalan ini atau harus berenang sebab kedalam air ini setinggi tiga meter,” kata Feri warga setempat.

Menurut Feri, tidak biasanya jalan ini terendam air setinggi tiga meter, karena walau hujan lebat masih bisa dilalui. Namun kali ini sama sekali tidak bisa dilewati karena ketinggian air yang melebihi orang dewasa.

“Baru pertama kali ini terjadi, padahal ada saluran air tapi kebanjiran,” ungkapnya.

Feri menilai, Pemkab OKU terkesan tidak peduli dengan adanya banjir di Gang Patriot, Kelurahan Kemelak Bindung Langit ini, karena sampai sekarang tidak ada upaya untuk memberikan bantuan terhadap warga dalam hal penyedotan air.

“Pemkab OKU ada Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mestinya mereka membantu, air itu bisa disedot pakai mobil tapi kenapa diam saja,” tandasnya. sumber : Sumseupdate.com