Kehutanan dan Perkebunan

1. PERKEBUNAN

Bersadarkan kesesuaian lahan, perkebunan merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan dengan komoditas unggulan karet, sawit, kelapa, kopi, lada serta buah-buahan seperti durian, duku, jeruk, rambutan, manggis. Sektor perkebunan rakyat dengan komoditi karet dan kopi merupakan komoditi unggulan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu. Sedangkan komoditi kelapa, lada, kayu manis, dan jenis komoditi lainnya merupakan komoditi pendukung.
Perkebunan terbagi menjadi dua yaitu perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Produksi perkebunan rakyat di Kabupaten Ogan Komering Ulu yang paling menonjol diantaranya karet, kopi, kelapa dan kelapa sawit. Produksi dan luas tanam masing-masing komoditi pada tahun 2014 adalah karet rakyat produksinya 52.447,47 ton dan luas areal 71.807,50 hektar, kopi rakyat produksinya 5.991,70 ton dan luas areal 21.964 hektar, dan kelapa sawit produksinya 10.518,81 ton dengan luas areal 1.194 hektar. Selama kurun waktu tiga tahun terakhir produksi karet cenderung menurun. Hal ini disebabkan menurunnya harga karet sehingga mempengaruhi hasil produksinya. Tahun 2013 jumlah produksi kelapa sawit rakyat yang dihasilkan sebesar 12.084,3 ton namun mengalami penurunan di tahun 2014 menjadi 10.518,8 ton.

2. KEHUTANAN.

Luas kawasan hutan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu mencapai 119.125 Ha atau 32,93% dari luas wilayah kabupaten, meliputi kawasan hutan lindung 55.698 ha atau sekitar 15,40% dan hutan produksi (HP) mencapai luas 55.267 Ha atau sekitar 11,51%. Hutan produksi yang ada di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu adalah hutan produksi (HP). Lokasi HP ini terdapat di Kecamatan Lubuk Batang, Peninjauan, sebagian di Semidang Aji. Sedangkan kawasan hutan kering primer terdapat di Ulu Ogan, hutan kering sekunder terdapat di Lengkiti.

Adapun hasil utama dari produksi tersebut adalah kayu bulat (batangan), kayu junjung, kayu olahan dalam bentuk tiang dan papan. Produksi hasil hutan yang berupa kayu di Kabupaten Ogan Komering Ulu pada tahun 2014 diantaranya kayu bulat sebesar 2.406,46 m3, Kayu Baku Serpih (BBS) sebesar 49.683,18 m3 dan kayu gergajian sebesar 4.383,62 m3. Sementara itu, produksi hasil hutan non kayu di Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 2014 adalah damar kucing sebesar 220,30 ton. Produksi hutan ini terus menurun seiring dengan tingginya permintaan penggunaan dan pemanfaatan kayu. Dengan demikian penanaman hutan (reboisasi) sangat diperlukan selain untuk menjaga kelangsungan produksi kayu juga menjaga keseimbangan alam