Ketua Komisi 1 DPRD OKU Minta E-Voting Pilkades Jangan Sampai Mempersulit Pemilih

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Ogan Komering Ulu (OKU), Yudi Purna Nugraha SH, tahun 2018 ini pihaknya bersama eksekutif akan membahas Program Legislasi Daerah (prolegda). Dalam hal ini ada 12 Raperda OKU yang akan dibahas bersama oleh legislatif dan eksekutif.

Satu diantaranya kata Yudi, mengenai Raperda terkait Pemilihan Kepala Desa (Kades) yang di dalamnya mengatur tentang proses pemilihan dengan cara e-Voting. Ia mengaku belum mengetahui secara rinci terkait hal tersebut.

“Secara rinci saya belum tahu isinya. Nanti saat mendekati pembahasan baru bisa dijelaskan,” katanya.

Yudi mengingatkan, pada pembahasan bersama nanti hal ini akan menjadi perhatian. Sebab sebelum di ketuk palu atau disahkan, akan dilihat dulu sejauh mana kesiapan. Apakah akan mempersulit pemilih dalam masalah menyalurkan hak suaranya di Pilkades atau lebih memperbudah.

“Pastinya juga akan memperhatikan kemampuan daerah dari segi pendanaan. Jika biaya lebih mahal dan mempersulit pemilih lebih baik menggunakan sistem yang ada saat ini dulu saja,” ungkap Yudi, suptansinya dalam proses e-Voting ini meberikan kemudahan masyarakat memilih. Selain itu juga mengingat kemurahan biaya.

“Seandainya jika nantinya justru mempersulit dan membutuhkan biaya besar dalam proses Pilkades menggunakan sistem e-voting ini ya lebih baik di tunda dulu,” ungkapnya.

Tetapk kata Yudi jika memang mempermudah dan menghemat anggaran pastinya akan diakomodir. Nanti akan diteruskan ke tahapan Pansus.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Mansyarakat dan Desa (PMD), Kabupaten Ogan  Komering Ulu (OKU) Drs Ahmad Firdaus Msi mengatakan, di tahun 2018 ini ada 12 desa di OKU yang akan melaksanakan Pilkades. Sistem pemilihan masih manual atau coplos, belum menggunakan sistem pemilihan elektronik atau Electronic Voting (e-Voting).

Namun rencana berbeda pada pelaksanaan Pilkades di tahun 2020 nanti. Rencananya pemilihan kades sudah memakai sistem e-voting.

“Pada 2020 nanti akan banyak dilaksanakan Pilkades. Datanya sekitar lebih kurang ada 75 desa yang tersebar di 13 kecamatan di OKU akan melaksanakan Pilkades,” jelas Firdaus.

Sistem pemilihan akan menggunakan e-voting. Sebab banyak keunggulan pemilihan kades dengan evoting ini, jika dibandingkan dengan pilkades sistem manual. Diantaranya, kata Firdaus keunggulan e-voting ini, memudahkan jalanya pemilihan sehingga tidak memunculkan riak-riak ditengah masyarakat saat pemilihan atau setelah pemilihan.

Untuk proses penghitungan suara tidak terlalu lama, karena setelah dihitung, bisa langsung dilihat hasilnya. Selain itu jika terjadi komplen maka panitia bisa menghitung ulang hasil pemilihan.

“Lebih dari itu, tidak melakukan percetakan kertas maupun pelipatan kertas. Proses penghitungan dan pemungutan suara juga cepat, transparan dan akuntabel. Selain itu juga memperkecil kemungkinan terjadinya kecurangan,” katanya.

Saat disinggung apakah hal ini tidak menyulitkan pemilih pada Pilkades kata Firdaus, tidak akan mempersulit pemilih. Sebab proses penyaluran suara di Pilkades ini, sama dengan fingerprint.

“Jadi salah satunya dalam Pilkades menggunakan sistem e-Voting ini, pemilih cukup dengan menempelkan jempol saja di mesin seperti fingerprint. Jadi tidak akan menyulitkan pemilih,” ucapnya.

 

Sumber : http://sumsel.tribunnews.com