Menangis..Bupati OKU Naikkan Gaji Guru Honorer

Bupati Ogan Komering Ulu H Kuryana Azis dan Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Ketua PGRI Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) H Achmad Tarmizi tak kuasa membendung air mata. Keduanya menangis tatkala mendengar lagu ‘GuruKu Sayang’ yang dinyanyikan oleh Sofian Saleh beserta Pemenang Paduan Suara dan Puisi Ine Febrianti pada puncak acara Hari Guru Nasional dan HUT Ke-73 PGRI di Gedung Islamic Center, Senin (26/11).

Dengan terisak, Kuryana mengatakan bahwa saat lagu dinyanyikan dirinya teringat dengan nasib para guru honorer. Mereka memberikan ilmu kepada anak-anak didik namun tidak sebanding dengan apa yang telah diberikan kepada para guru honorer tersebut oleh pemerintah.

Di OKU saja, kata dia, ada 4.000-an orang guru honorer. Mereka hanya digaji Rp 200 hingga Rp 300 ribu per bulan.

Di kesempatan itu, Bupati memerintahkan Sekda OKU mengkaji bersama anggota DPRD OKU untuk menaikkan gaji para guru honorer.

“Dari Pemerintah Pusat kan ada Dana BOS, coba sisihkan dana dari APBD OKU untuk tambahan gaji honorer,” kata Kuryana saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Ke-73 PGRI.

Bahkan Kuryana mengatakan untuk mengesampingkan terlebih dahulu pembangunan di OKU.

“Utamakan dulu guru honorer, bila perlu kesampingkan dulu pembangunan karena dirasa lebih penting kesejahteraan guru honorer,” kata Kuryana.

Terakhir Kuryana mengatakan jika guru harus berakhlak, tak berguna kepintaran dan kegigihan dalam mendidik murid jika gurunya tak berakhlak.

“Kita sangat memahami pendidikan harus lebih dikembangkan dan ditingkatkan lagi dengan cara bersatu dan bersemangat dalam memajukan korps PGRI agar lebih kokoh lagi,” pungkas Kuryana.

Mirza Nova, salah seorang guru honorer mengaku bahagia mendengar apa yang dikatakan Bupati OKU.

Dirinya mengatakan apa yang dikatakan orang nomor satu di bumi Sebimbing Sekundang tersebut benar bahwa tingkat kesejahteraan guru honorer masih sangat jauh dari taraf yang sejahtera. Padahal sejatinya pekerjaan honorer dan PNS sama saja.

“Saya mengajar dari tahun 1991 hingga sekarang belum pernah diangkat menjadi PNS. Namun saya tidak memperdulikan hal tersebut. Saya hanya meminta sesuaikan penghasilan kami. Nah apa yang dikatakan oleh pak bupati seperti angin segar bagi para honorer di OKU. Mudah-mudahan semua sesuai dengan janji pak bupati,”

 

 

sumber : http://www.rmolsumsel.com/read/2018/11/26/104283/Menangis..Bupati-OKU-Naikkan-Gaji-Guru-Honorer-