Pasar Bedug Baturaja Ditemukan Formalin dan Boraks

Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang, menemukan setidaknya 15 jenis makanan mengandung formalin dan 2 makanan mengandung boraks yang dijajakan para pedagang pasar bedug Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Pantauan di lapangan Rabu (07/06), dengan didampingi Disperindag OKU, Kepala Layanan Informasi Konsumen BPOM Gustini SKM, melakukan uji smple satu persatu dagangan di pasar bedug Baturaja. Dari 22 sample makanan yang diambil, 15 positif mengandung formalin dan 2 boraks. Zat terlarang tersebut didapati petugas di makanan jenis mie kuning kiloan yang sering dibuat rujak mie.

“Mie kiloan ini dipastikan 90 suspect mengandung formalin dan boraks. Para pembuat mie ini menggunakan formalin dan boraks, biasanya agar mie yang dijual tahan lama. Para pembeli juga biasanya hanya memikirkan harga yang murah, jadi tidak teliti lagi dalam berbelanja,” ujar Gustini, usai mengecek kandungan pada majanan pasar bedug.

Tidak hanya itu, selain mie kuning yang mengandung zat berbahaya bagi tubuh manusia, tahu pun ternyata saat diuji oleh BPOM yang langsung membawa mobil Lab mini ini mengandung formalin. “Semua makanan yang mengandung formalin dan boraks akan kita sita dan kita musnahkan,” tegasnya.

Sambung Gustini, bagi pedagang sendiri, pihak BPOM hanya memberikan teguran dan pembinaan. “Alasan ketidaktahuan mereka, makanya kita hanya memberikan teguran dan pembinaan saja. Namun, jika terulang kembali saat dilakukan pemeriksaan, kami akan lakukan penegakan hukum yang melibatkan Pol PP dan Polisi,” tukasnya.

Sementara itu, SR salah satu pedagang yang makanannya disita petugas mengatakan, jika dirinya tidak mengetahui bahan makanan yang dibelinya ternyata mengandung formalin dan boraks. “Kami tiddak tahu. Kami beli tahu sama mie ini di Pasar Atas, kak. Kalau tahu bemasalah, tidak akan kami beli. Besok kami mau mintak ganti rugi sama penjualnya yang di pasar,” tandasnya.