Pasien Rumah Sakit Dilayani Paramedis Berkebaya dan Blangkon

Puncak peringatan Hari Kartini 21 April 2017 ada yang berbeda dari biasanya di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Ratusan tenaga medis di rumah sakit ini, mulai dari perawat, bidan, bagian administrasi, farmasi, gizi hingga manajemennya berbusana adat Jawa.

Pegawai perempuan mengenakan kebaya dan yang tidak mengenakan jilbab rambutnya disanggul layaknya Ibu Kartini, pahlawan nasional penggerrak emansipasi wanita Indonesia. Sedangkan pegawai laki-laki mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan blangkonnya.

Meski mengenakan pakaian adat, namun mereka tidak canggung memberikan pelayanan kepada pasien. Bahkan yang wanita tampak lebih anggun dalam balutan kebaya. Apalagi perawat-perawat mudanya, terlihat lebih cantik.

Bukan hanya di ruang rawat inap, ruang icu, ruang kebidanan saja. Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pun yang biasanya menjadi ruang pertama pasien berobat darurat, dokter dan perawatnya mengenakan busana adat kebaya dan blangkon.

Penampilan mereka di ruangan ini berbeda dari keseharian bertugas di rumah sakit. Perbedaan tersebut menjadi perhatian pengunjung dan keluarga pasien yang berobat maupun sedang dirawat inap.

Direktur RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, dr Rynna Dyana sempat menyisir beberapa ruangan rumah sakit yang dia pimpin tersebut, yang masuk kerja bertepatan dengan Hari Kartini. Dari sidaknya itu, tidak terlihat pegawai-pegawainya yang mengenakan pakaian biasa. Kalau pun ada, hanya pegawai yang benar-benar tidak bisa mengenakan pakaian adat lantaran akan menggangu tugasnya.

“Hari ini pegawai rumah sakit kita yang 80 persen kaum wanita diwajibkan berkebaya dan laki-lakinya mengenakan blangkon. Busana ini tidak mengganggu aktivitas pelayanan. Tapi ada diantaranya tidak berkebaya itu pun bagi pegawai yang benar-benar tidak bisa menggunakannya karena akan mengganggu tugas,” kata dr Rynna di sela-sela sidak, Jumat (21/4).

Terkait peringatan Hari Kartini ke-138 tahun ini, menurut dokter muda satu ini, apa yang telah dilakukan Kartini bagi rakyat Indonesia khususnya kaum perempuan, menjadi contoh yang baik generasi penerus.

Salah satunya menurut dr Rynna, perhatian penggerak emansipasi wanita Indonesia ini terhadap lingkungan. Mereka pun di rumah sakit ini peduli terhadap lingkungan. Pelayanan di rumah sakit yang penuh keihklasan paling ditekankan disini sebagai wujud memperhatikan lingkungan sekitar.

“Kartini menurut saya memberi contoh yang baik bagi perubahan. Artinya perubahan itu banyak. Misalnya Kartini peduli terhadap lingkungan kaumnya. Dia membawa kaumnya untuk lebih pandai dan lebih berpendidikan. Kalau kami disini hanya menerapkan kepeduliannya dalam pelayanan terhadap masyarakat. Tanpa tedeng aling-aling tanpa ada imbalan apa pun kami tetap melaksanakan tugas kami sehari-hari,” jelasnya.