Penduduk Miskin OKU Turun 0,34 Persen di Tahun 2017

Badan Pusat Statistik (BPS) mengukur  tingkat kemiskinan berdasarkan garis kemiskinan (GK) yang terdiri dari dua komponen, yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM). Garis kemiskinan makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilokalori perkapita per hari. Garis kemiskinan non-makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Garis Kemiskinan (GK) merupakan penjumlahan dari GKM dan GKNM.  Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah GK dikategorikan sebagai penduduk miskin.

Berdasarkan pendekatan kebutuhan dasar, ada 3 indikator kemiskinan yang digunakan. Pertama, Head Count Index (HCI-P0), yaitu persentase penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan (GK).

Kedua, Poverty Gap Index atau Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) yang merupakan rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan.

Ketiga, Poverty Severity Index atau Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) yang memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

Dengan menggunakan tiga indikator di atas, persentase penduduk miskin  di Kabupaten OKU pada tahun 2017 cenderung menurun. Pada tahun 2017 penduduk miskin sebesar 12,95 persen cenderung turun dibandingkan dengan tahun 2016 yang mencapai angka 13,29 persen,  dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 46.340 orang pada tahun 2017 dan 46.970 orang pada tahun 2017. Sementara P1 cenderung meningkat dari  1,53 persen menjadi 2,47 persen dan P2 cenderung meningkat dari 0,29 persen menjadi 0,68 persen.   Garis Kemiskinan yang digunakan adalah Rp 365.341/kapita/bulan pada tahun 2016 dan Rp 380.254/kapita/bulan pada tahun 2017.

 

Sumber : Budiriyanto Harjono