Penebaran Benih Ikan Berakhir

Penyebaran benih ikan yang dilakukan Dinas Perikanan OKU masih dilakukan. Kepala Dinas Perikanan OKU Hj Tri Aprianingsih menyebutkan, penyebaran benih ikan di sungai desa bagian dari penyebaran benih dalam rangka Hari Ikan Nasional (Harkannas).

“Hari ini (kemarin) adalah hari terakhir penyebaran benih ikan,” kata Tri, kemarin (6/12). Pada hari terakhir penyebaran benih ikan kemarin, dikatakan Tri, sebanyak sembilan ribu benih ikan dilepas di sungai Ogan di tiga desa. Diantaranya, di Desa Banuayu, Terusan, dan Tanjung Kemala. Setiap desa, jelas dia, tiga ribu benih ikan dilepas.
Sebelumnya, Dinas Perikanan OKU juga telah menyebar benih ikan di daerah lain. Diantaranya Sukajadi, Pusar, Penyandingan, Raksa Jiwa, Kesambi Rata, Saung Naga, dan Batu Kuning. “Penyebaran benih ikan ini masih akan dilakukan kalau ada bantuan dari pihak ketiga,” papar Tri.

Terkait penangkapan ikan secara ilegal, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) perairan sungai Ogan telah melalukan sosialisasi ke masyarakat. Namun untuk kasus penangkapan secara ilegal, dirinya belum menerima laporan. “Mudah-mudahan tidak ada kasusnya karena masyarakat menjalankan aturannya,” pungkas Tri.
Kades Tanjung Kemala, Saprianto dibincangi petang kemarin juga sangat berharap, ikan yang disebar di sungai Ogan di desa Tanjung Kemala cepat beradaptasi dan berkembang biak. Pihaknya juga mensosialisasikan larangan penangkapan ikan secara ilegal dengan cara disetrum dan meracun. “Sosialisasi dilakukan di masjid,” tandas Saprianto.

Pada 21 November lalu, Pemerintah Kabupaten OKU bersama sejumlah perusahaan di Kabupaten OKU menebar 45 ribu benih ikan di Kabupaten OKU dalam rangka Hari Ikan Nasional. Benih ikan tersebut disebar di beberapa titik.
Penyebaran benih ikan ini dilakukan karena persediaan ikan sungan di sungai Ogan sudah menipis. Bahkan beberapa jenis ikan sudah sulit ditemui di sungai ini. Penyebabnya masyarakat mengambil ikan dilakukan dengan cara ilegal. Yaitu meracun dan menyetrum. Sehingga anak ikan pun mati, bukan hanya ikan dewasa.
Tak heran bila pemerintah mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada warga yang menangkap ikan dengan cara ilegal. Sanksi tegas tersebut adalah denda Rp 2 miliar dan kurungan 5 tahun sesuai dengan Undang-Undang no 45/2009 tentang perikanan.

Potensi ikan di perairan sungai Ogan sangat memadai. Namun, selama ini pola penangkapannya tak mengedepankan prinsip pelestarian.

Untuk meningkatkan kembali persediaan ikan di sungai Ogan, Pemerintah Kabupaten OKU menggandeng BUMN, BUMD dan swasta untuk menebar benih ikan di sungai Ogan.
Budaya penangkapan ikan dengan cara meracun, masih ada di kecamatan Lubuk Batang hingga Peninjauan. Padahal cara tersebut, sudah lama dilarang pemerintah. Sebagai antisipasi terjadi hal serupa, pemerintah membentuk kelompok pengawasan sungai yang bertugas mengawasi sungai dari aksi penangkapan dengan cara meracun atau setrum.

 

sumber : https://okes.co.id/