Petugas Peternakan OKU gelar UPSUS SIWAB

UPSUS
UPSUS

Baturaja – Tim Perternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten OKU giat melakukan gebrakan dalam upaya meningkatkan populasi sapi di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Hari Kamis pagi (5/10/2017) tim melakukan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan ternak sapi ke Kelompok JUNGKIR Desa Pusar Kecamatan Baturaja Barat.

Tim pimpinan  Ermuni Saurimin, S.Pt, M.Si,  yang beranggotakan Sugiarto, S.IP, Drh Putut Pantoyo dan Piriadi, A.Md dihadapan para peternak Kelompok Jungkir tersebut menjelaskan beberapa program unggulan pemerintah diantaranya adalah program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus SIWAB) serta program asuransi ternak. Upsus SIWAB mencakup dua program utama yaitu peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (Inka),” ucapnya.  Sementara itu Premi asuransi ternak sapi sebesar Rp. 200.000 per ekor per tahun dengan nilai pertanggungan sebesar Rp. 10 juta. Program asuransi ternak yang mendapat subsidi pemerintah ini bekerja sama dengan PT. Jasindo. Subsidi yang dibayar pemerintah sebesar Rp. 160.000 atau 80% dari premi dan yang dibayar peternak Rp. 40.000 per ekor atau 20% dari premi.  Adapun resiko yang ditanggung meliputi kematian sapi disebabkan karena penyakit, kematian karena kecelakaan, dan hilang akibat kecurian.

Kepala Desa Pusar yang diwakili oleh Sekdes Sri Hartati, menyambut baik upaya pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan para peternak.  Sementara itu Ketua Kelompok Jungkir, Korianto, sangat antusias dalam melakukan interaksi dengan para petugas. Sedangkan para peternak diantaranya Syafaruddin sangat berharap ternaknya mendapat bantuan inseminasi buatan melalui program Upsus SIWAB , dan Awaluudin selain Upsus SIWAB juga lebih intens untuk ikut serta dalam program asuransi ternak.

Pembinaan dan Penyuluhan ini dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke kandang sapi para peternak, untuk mengetahui kondisi  dan memberikan tindakan yang diperlukan terhadap ternak sapi yang dimiliki oleh anggota Kelompok Jungkir.