Wajib KTP Warga OKU Bertambah 10 Ribu Pertahun, Bagaimana dengan Blangkonya

Kekurangan blangko KTP untuk masyarakat Bumi Sebimbing Sekundang tahun 2017 ini sebanyak 22.665, yang menjadi salah satu penyebab terhambatnya pencetakan KTP warga yang sudah melakukan perekaman.

“Atas kekurangan tersebut sudah kita minta ke pusat, namun tidak dapat kita pastikan berapa di realisasikan oleh pemerintah pusat,”kata Kadindukcapil H.Ajahari,S.Sos.M.Si saat di bincangi di ruang kerjanya pada Rabu (9/8).

Dikatakan Ajahari, kalau sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan Disdukcapil, bisa langsung ke pusat, namun untuk tahun 2017 ini semua pengurusan harus melalui Disdukcapil Provinsi.

“Dengan adanya kebijakan baru ini, proses birokrasinya semakin panjang, karena harus melalui Provinsi,”keluh mantan Camat Muara Jaya ini.

Selain kebutuhan blangko bagi warga yang sudah melakukan perekaman, berdasarkan data yang ada setiap tahun wajib KTP Kabupaten OKU bertambah.

“Yang tamat SMA sederajat setiap tahun 10 ribu lebih, secara otomatis wajib KTP bertambah sebanyak 10 ribu, itu belum ditambah dengan penduduk datang dari luar daerah,”jelas Ajahari.

Meskipun demikian sambungnya, bagi warga yang sudah melakukan perekaman datanya sudah tersimpan, tinggal lagi menunggu blangko.

Selain itu, disinggung soal pelaksanaan program Kartu Identitas Anak (KIA) yang akan mulai di cetak pada awal bulan September 2017 mendatang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) akan jemput bola.

“Sebelum pelaksanaan pencetakan KIA data anak usia sekolah di bawah usia 17 tahun, akan kita kumpulkan dengan mendatangi setiap sekolah,”kata Ajahari.

Hal tersebut di lakukan kata Ajahari, untuk mempermudah mengumpulkan data,”setelah data nya terkumpul, baru kita jadwalkan untuk pencetakan persekolah,”terangnya.

Seperti di beritakan sebelumnya berkaitan dengan di luncurkannya KIA tersebut nantinya semua anak di bawah umur 17 tahun sudah memiliki kartu Identitas yang dapat di gunakan kapan saja dan untuk keperluan.

“Misalnya mau bepergian, untuk membeli tiket pesawat, ltiket kereta api, dan yang lainya, selama ini anak di bawah umur 17 tahun masih menggunakan Kartu Keluarga (KK),  karena baru KK yang memiliki data NIK,”jelas Ajahari.

Lebih jauh Ajahari menjelaskan, banyak sekali manfaat dan kegunaan KIA ini,”secara umum fungsi KIA sama seperti KTP, dan harus di bawa yang bersangkutan setiap saat, hanya saja perbedaan KIA dia tidak memiliki chip di dalamnya, sedangkan KTP menyimpan semua data di dalam chip,”jelasnya lagi.

Biaya pencetakan blangko KIA tersebut sambung Ajahari, 50 persen di biayai oleh pusat 50 persen di bebankan kepada APBD Kabupaten.”20 ribu blangko KIA itu di bebankan kepada APBD Kabupaten, dan sebanyak 18773 di biayai oleh pusat,  mekanismenya blangko KIA di cetak oleh pusat, setiap daerah membayar ke pusat tidak mencetak didaerah,”jelasnya.

Dirinya berharap, kepada semua masyarakat khusunya bagi KTP ynag belum tercetak, agar bersabar,”selain blangko nya memang kurang, dan kita di hadapkan dengan sistem IT, bisa jadi yang bersangkutan sudah perekaman, tapi datanya belum masuk sistem, dan harus menunggu,”pungkasnya.